Akibat Kebijakan Rayonisasi BPJS, Anggota Tidak Bisa Langsung Berobat Ke RS Polri

Rabu, 12 September 2018, 17:01 WIB | Laporan: Idham Anhari

BPJS/Net

RMOL. Akibat kebijakan rayonisasi dan rujukan berjenjang yang diberlakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS), anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dan keluarga tidak bisa berobat langsung ke RS Polri.

Saat dikonfirmasi, Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Raden Said Sukatno, Kombes Pol Musyafak enggan merspons kebijakan BPJS tersebut.

"Tanya saja langsung ke Karumkit (kepala rumah sakit) ya mas,” jawabnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (12/9).
Partai Berkarya

Dari salinan surat dari Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat 1 bernomor B/2885/IX/2018/Rs Bhay.Tk.I yang ditujukan kepada Kapolri. Berisi beberapa poin dampak kebijakan rayonisasi BPJS.

"Sejak BPJS memberlakukan sistem rayonisasi dan rujukan berjenjang secara online, terhitung 1 September 2018 anggota Polri dan keluarga menemui permasalahan," demikian kutipan surat tersebut.

Bila anggota Polri dan keluarga berobat langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara, maka data pasien tidak muncul di sistem data BPJS yang hal tersebut berdampak tidak bisa diklaimnya biaya perawatan rumah sakit.

Padahal sebelumnya, untuk mempermudah pelayanan kesehatan, RS Bhayangkara dan BPJS kesehatan telah melakukan kerjasama sejak 1 Januari 2014 hingga 31 Agustus 2018. [fiq]
Editor: Taufik

Kolom Komentar


Video

Sebelum Sandi, Jokowi Pernah Janji Hapus Ujian Nasional

Jumat, 22 Maret 2019
Video

PSI: Jokowi Anjlok Karena Korupsi Parpol Pendukung

Jumat, 22 Maret 2019
loading