Hanura

Dilema Rumah Sakit: Apakah Teknologi Jawaban Tuntutan Kualitas Layanan Vs Tingginya Biaya Operasional?

 JUM'AT, 20 APRIL 2018 , 08:43:00 WIB

BUKANLAH rahasia bahwa fasilitas kesehatan merupakan salah satu bagian bangunan rumah sakit yang menghabiskan energi paling besar karena harus beroperasi 24/7/365 dengan peraturan yang sangat ketat.

50 hingga 60 persen biaya operasional rumah sakit berasal dari konsumsi energi. Rumah sakit saat ini berada di bawah tekanan luar biasa untuk dapat tetap konsisten memberikan layanan terbaik di tengah-tengah pertumbuhan jumlah pasien dan alokasi anggaran yang kian menyusut.

Tanggung jawab para staf semakin berat untuk menjaga performa fasilitas kesehatan sambil memastikan keamanan pasien dan kepatuhan terhadap peraturan.

Di Indonesia sendiri, kendala tidak hanya terjadi dari sisi konsumsi energi. Hampir seluruh rumah sakit yang berada di wilayah terpencil dihadapkan pada masalah besar pemadaman listrik yang dikarenakan kurangnya suplai di wilayah tersebut. Hal ini tentunya akan berdampak terhadap kualitas layanan, keselamatan pasien dan menyebabkan rusaknya reputasi rumah sakit.

Memiliki ketersediaan daya yang cukup di seluruh ruang termasuk ruang operasi, ICU dan kamar pasien menjadi fokus utama.

Umumnya, rumah sakit memiliki cadangan generator yang dapat memasok listrik pada saat padam, namum biasanya pergantiaan antara listrik utama dengan listrik dari generator membutuhkan waktu sehingga penting bagi rumah sakit untuk memastikan kecukupan daya untuk ruangan-ruangan yang kritikal selama masa transisi tersebut.

Namun begitu hingga saat ini belum banyak rumah sakit yang menaruh perhatian penuh pada meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan efektivitas pengelolaan energi sehingga banyak rumah sakit yang masih berada di jalur lambat ketika harus menerapkan teknologi baru yang dapat membantu mereka mencapai tujuan ini.

Sementara Manajer Operasional membutuhkan akses cepat ke informasi infrastruktur untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pasien, staf dan pengunjung. Namun sistem bangunan rumah sakit jauh lebih kompleks daripada di fasilitas jenis lainnya.

Seringkali personil rumah sakit bahkan tidak menyadari masalah sistem atau kegagalan fungsi sampai seseorang masuk di pergantian waktu kerja. Ini tidak hanya menunda waktu respons, tetapi juga membuat frustasi para staf operasional karena harus diburu-buru dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

Banyak Manajer Operasional juga menyadari adanya pemborosan energi yang signifikan yang terjadi setiap hari di ruang pasien dan ruang operasi, tetapi mereka tidak berdaya untuk secara cermat dan manual menyesuaikan setiap area di dalam area gedung yang luas.

 Tidak cukup waktu dan tidak cukup personel untuk melakukan pengecekan setiap saat untuk memastikan suhu tidak terlalu tinggi dan lampu dimatikan di kamar yang tidak berpenghuni.

Jadi bagaimana Manajer Operasional rumah sakit dapat mengatasi tantangan ini? Jawabannya ada pada data yang sudah ada di depan mereka.

Mengoptimalkan Data Pasien dan Gedung untuk Penghematan dan Kepuasan Pasien
Sistem manajemen gedung (Building Management System disingkat BMS) diibaratkan seperti sistem pernapasan rumah sakit.

Menghirup udara masuk dan keluar dari rumah sakit dan menyaring kontaminan yang dapat mengancam pasien, staf dan higienitas peralatan. BMS juga memberikan manfaat yang sangat besar karena dapat mengumpulkan data bangunan untuk mendeteksi ketidakefisienan dan memperingatkan staf operasional terhadap masalah peralatan.

Tetapi BMS biasanya tidak dapat melakukan analisa terhadap komponen penting dari lingkungan rumah sakit – yaitu alur keluar masuknya pasien.

Sistem penerimaan pasien, pengosongan ruangan dan pemindahan pasien (Admission, Discharge and Transfer disingkat ADT) merupakan sistem yang memonitor kedatangan dan kepergian pasien dan dapat digunakan oleh staf operasional untuk menciptakan peluang baru untuk melakukan penghematan energi, meningkatkan produktivitas staf dan kepuasan pasien.

Teknologi yang ada saat ini memungkinkan Manajer Operasional untuk memanfaatkan data jumlah okupansi ruangan yang belum digunakan secara maksimal.

Kuncinya adalah berbagi informasi melalui Health Level-7 (HL7) interface untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan layanan kesehatan internasional dan privasi pasien.

Dengan menggunakan HL7, staf operasional dapat menciptakan interoperabilitas antara BMS rumah sakit dan penjadwalan klinis, tata graha (housekeeping), dan sistem ADT.

Sebagai contoh, a clinical optimization solution dapat berbagi status okupansi kamar pasien dan ruang operasi dengan BMS, yang dapat memberikan informasi kepada sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) dan sistem pencahayaan ruangan untuk bekerja ketika ruangan akan digunakan dan berhenti ketika ruangan sudah tidak dipakai sehingga penghematan energi dapat dilakukan dengan tetap memastikan keamanan dan kepuasan pasien.

Sementara UPS dan trafo isolasi berfungsi untuk memastikan ketersediaan energi. Jika terjadi kegagalan daya, sistem akan memicu suara alarm untuk segera mengingatkan staf perawat dan tim perawatan, dan sistem UPS secara otomatis akan menggantikan pasokan daya cadangan sementara ke ruangan-ruangan yang kritikal, memberikan cukup waktu untuk melaksanakan prosedur cadangan untuk pembangkit listrik alternatif.

Integrasi data ini memungkinkan rumah sakit untuk:
- Menghemat energi – Manajer Operasional dapat menekan konsumsi energi di ruangan yang kosong atau tidak dipakai dalam durasi yang cukup lama dan dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam mengelola ruangan dengan adanya informasi yang detil dan akurat.
-Meningkatkan produktivitas staf – staf kebersihan dan perawatan dapat lebih produktif dan efisien dengan mengetahui kapan mereka dapat menjadwalkan waktu untuk membersihkan ruangan yang kosong atau tidak terpakai.
-Meningkatkan kepuasan pasien – memungkinkan pasien untuk menentukan suhu kamar yang diinginkan ketika proses penerimaan pasien atau menentukannya sendiri dari ruangan mereka menggunakan aplikasi mobile.

Sebuah perubahan kecil dapat berdampak besar pada pengurangan energi yang dikonsumsi suatu fasilitas, dan berdampak langsung pada pengurangan biaya operasional.

RS Indriati, salah satu rumah sakit baru yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah dapat menjadi contoh kasus yang sangat baik mengenai dampak langsung dari pemanfaatan teknologi untuk pengelolaan energi dan otomasi terhadap kualitas layanan dan penghematan biaya operasional.

Dengan penerapan teknologi yang mengkombinasikan antara pengelolaan listrik dan manajemen fasilitas, pihaknya dapat mengurangi hingga 40 persen downtime yang tidak terjawab akibat kualitas aliran listrik yang kurang stabil, dan dapat melakukan penghematan biaya energi dan operasional hingga 30 persen.

Dengan menerapkan langkah-langkah efisiensi energi, rumah sakit dapat mengurangi biaya operasional mereka dan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada pasien. Menyediakan tekonologi yang memberikan kemudahan kepada pasien untuk melakukan kontrol terhadap ruangannya dapat meningkatkan kepuasan pasien.

Manajer Operasional rumah sakit saat ini dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang penggunaan energi mereka dengan mengintegrasikan sisi klinis dan fasilitas dari organisasi mereka. Hasil akhirnya adalah kemenangan bagi pasien, dan staf rumah sakit.[***]


Xavier Denoly
Country President Indonesia Schneider Electric


Komentar Pembaca
Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap
Eggi: Grace Natalie Langgar Pancasila

Eggi: Grace Natalie Langgar Pancasila

, 15 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Demo Tuntut Minta Maaf

Demo Tuntut Minta Maaf

, 12 NOVEMBER 2018 , 17:20:00

Cawapres Penghina Tunanetra

Cawapres Penghina Tunanetra

, 14 NOVEMBER 2018 , 11:49:00

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

, 15 NOVEMBER 2018 , 10:58:00

Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi, Advokat Muda Batak Surati Kapolri
Hanya Sapa Sandiaga Uno, Kades Ini Berurusan Dengan Polisi
Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Dahlan Iskan16 November 2018 05:00

Jokowi Bisa Dimakzulkan Karena Ucapan Ketum PSI
Ibas Persilakan Kader Demokrat Dukung Jokowi, Relawan: <i>Alhamdulillah</i>
Pengamat Asing: Jokowi Berubah Menjadi Otoriter

Pengamat Asing: Jokowi Berubah Menjadi Otoriter

Hersu Corner12 November 2018 18:33

Survei Soal Peran Ulama Di Pilpres Berpotensi Memecah Belah Umat
Hari Ini PPP Tentukan Dukungan Capres

Hari Ini PPP Tentukan Dukungan Capres

Politik16 November 2018 05:20

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Dahlan Iskan16 November 2018 05:00

BMKG Imbau Waspadai Bencana Alam Selama Musim Hujan
Bawaslu Beri Pelatihan Saksi Di TPS

Bawaslu Beri Pelatihan Saksi Di TPS

Nusantara16 November 2018 04:16