Verified

Silakan Telepon Bu Menkes...

Jika Tahu Ada Yang Mau Bunuh Diri

Kesehatan  JUM'AT, 28 JULI 2017 , 10:51:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Silakan Telepon Bu Menkes...

Foto/Net

RMOL. Melihat orang yang punya kecenderungan bunuh diri di sekitar lingkungan Anda? Menteri Kesehatan Nila F Moeloek punya solusinya. Jika melihat hal seperti ini, bisa langsung mengontak nomor telepon 119. Namun banyak netizen pesimis hal ini bisa membantu. Ada juga yang memuji, hal ini bukti pemerintah peduli.
Seperti diketahui, belakangan ini kasus bunuh diri marak terjadi. Mulai dari penyanyi papan atas Amerika, sampai warga biasa di negara kita. Yang paling bikin heboh, bunuh dirinya dua kakak beradik, EP (34) dan ESP (28) dengan cara loncat dari apartemen Gateway di Jalan Ahmadyani, Kota Bandung, awal pekan lalu. Keduanya diduga kuat mengalami depresi bertahun-tahun. Video bunuh diri kakak beradik tersebut sempat viral di media sosial.

Yang paling anyar, kemarin, Wahyudhie Kristanto (55), seorang pedagang, ditemukan gantung diri di kamarnya di Jalan Lagoa Terusan Gang 3, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Jasad korban ditemukan tergantung di tembok menggunakan tali tambang yang diikat ke leher melalui ventilasi udara kamar.

Menanggapi hal ini, Menteri Nila berharap masyarakat saling menjaga dan mengingatkan orang di lingkungannya untuk tidak melakukan hal tersebut. Karenanya, jika ditemukan kerabat, orang sekitar yang membutuhkan bantuan untuk konsultasi, masyarakat bisa menghubungi layanan gawat darurat melalui sambungan telepon 119.

"Kami punya 119, itu selain untuk kecelakaan tapi juga bisa untuk laporan misalnya Anda bilang 'Ini orang cenderung mau bunuh diri'. Anda bisa minta tolong di 119," ujar Nila, di Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta Pusat.

Dikatakan Nila, salah satu alasan seseorang melakukan bunuh diri karena ada persoalan mental. Dia pun mengaku sudah menginstruksikan seluruh rumah sakit jiwa untuk membuka layanan konsultasi. "Pola kehidupan kita mungkin sudah berubah lagi dengan tingkat stressing (tekanan) yang tinggi. Jadi jangan sudah sakit betul, baru masuk konsultasi untuk mental," kata Nila.

Menanggapi cara Menkes mencegah bunuh diri, warganet terbelah. Ada yang pesimistis seperti netizen dengan akun @Yahdi. "Apa efektif penanganan orang mau bunuh diri, seperti ini? Harus ada langkah-langkah praktis dari Menkes buat masyarakat, gimana mencegahnya? dll," tulisnya di media sosial Facebook disamber @Josse Rizal Emang yang meminta Menkes menyosialisasikan ini. "Ciri-cirinya gimana buk?"

Meski demikian, ada pula netizen yang senang dengan respon Menkes. Ini menujukkan kepedulian pemerintah. Facebooker dengan akun @Fanti Restika Deviyanti memposting link berita terkait di statusnya. "Bagi yang rawan depresi mungkin butuh ini," tulis dia diamini @LintangKinanthi. "It might help someone out there."

Netizen @Syaugi Sulthan Abdullah bertanya kepada warganet yang masih inging mengambil jalan pintas. "Masi mau commit suicide? Kalo mau ditelfonin nih."

Facebooker @Anta Samsara memuji respon Menteri Nila. "Nah gitu dhong. Kalau ada layanan hotline kan tandanya Pemerintah peduli," sebut dia diamini Hendras Zulkarnaen. "Lha in baru uuueenak ! I agree with you."

Akun @Ayub Kurniawan Prijatna menuliskan nomor yang dimaksud Menkes. "Hotline 119," singkat dia disambut @D Danny H Simanjuntak. "Sebarkeun!"

Sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono meminta masyarakat menghentikan penyebaran video bunuh diri lewat pesan berantai. Argo meminta masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial.

Sebab, dikhawatirkan akan menginspirasi seseorang yang tengah depresi untuk melakukan hal yang sama. "Tentunya kita imbau jangan disebarluaskan video-video seperti itu," ujar Argo, kemarin.

Wagub terpilih Jakarta Sandiaga Uno berencana mengurangi angka bunuh diri di Jakarta dengan membuat program pencegahan. "Kami punya inisiatif waktu dulu, waktu lagi kampanye, namanya Jakarta Mental Health Institute sama dokter Nova Rianti Yusuf, itu yang kita sekarang lagi coba dorong," ujar Sandi.

Sandi menyebut, bunuh diri sudah menjadi fenomena lumrah terutama di kota metropolitan seperti Jakarta. Masalah yang menimpa warga Ibu Kota rentan membuat gangguan jiwa dari ringan hingga berat. Ia berharap ada pemetaan terhadap gangguan jiwa ini. "Jadi perlu pemetaan-pemetaan untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang drastis seperti bunuh diri. Itu akan diprogramkan di Dinas Kesehatan sebagai kegiatan promotif dan preventif," ujarnya. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Deddy Mizwar Kepingin Dipinang PDIP

Deddy Mizwar Kepingin Dipinang PDIP

, 16 OKTOBER 2017 , 15:00:00

Fahri Hamzah Siap

Fahri Hamzah Siap "Nyikat" Anies-Sandi

, 16 OKTOBER 2017 , 13:00:00

Bunga Untuk Mantan Gubernur

Bunga Untuk Mantan Gubernur

, 15 OKTOBER 2017 , 00:30:00

Djarot Bicarakan Pilkada Jatim

Djarot Bicarakan Pilkada Jatim

, 15 OKTOBER 2017 , 01:16:00

Bicarakan Pilgub Jatim Di Rumah Mega

Bicarakan Pilgub Jatim Di Rumah Mega

, 15 OKTOBER 2017 , 02:33:00