Hanura

Nasyiatul Aisyiyah Prihatin Jumlah Perokok Perempuan Semakin Meningkat

 RABU, 31 MEI 2017 , 10:53:00 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Nasyiatul Aisyiyah Prihatin Jumlah Perokok Perempuan Semakin Meningkat
RMOL. Sebagai organisasi perempuan yang menaungi perempuan muda usia produktif yakni 17-40 tahun, Nasyiatul Aisyiyah mengkhawatirkan kualitas generasi penerus bangsa. Karena semakin tingginya angka kaum perempuan yang merokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif.
Demikian disampaikan Ketua Bidang Pendidikan dan Penelitian Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Husnul Husairi terkait Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada hari ini (Rabu, 31/5).

"Secara keseluruhan perokok perempuan meningkat 400% dalam 5 tahun terakhir dan ini merupakan capaian tertinggi di dunia. 6,3 juta wanita di Indonesia yang saat ini aktif merokok, Sebagian besar adalah usia produktif, yakni 13-40 tahun," ungkapnya.

Tingginya jumlah perokok dari kaum perempuan disebabkan berbagai faktor, seperti tuntutan gaya hidup atau merokok jadi simbol status dan stres dan tidak terkendalinya rokok yang beredar di Indonesia.

"Nasyiatul Aisyiyah memandang bahwa perempuan turut menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Perempuan yang sehat dan tidak merokok dapat melahirkan anak yang sehat dan berkualitas. Hal ini juga bisa menekan angka kematian perempuan melahirkan," tandasnya.

Selain itu, yang menjadi perhatian Nasyiatul Aisyiyah adalah ancaman kesehatan para perempuan pekerja pabrik rokok yang memang sangat mendominasi dibandingkan dengan kaum laki-laki. Pekerja perempuan pabrik rokok memiliki risiko sebagai perokok pasif, dan ini tergolong kelompok rawan terkena gangguan paru, kanker kulit, dan lainya.

"Karena hampir setiap hari berhubungan dengan tembakau," imbuhnya.

Selain itu para pekerja perempuan juga berpotensi terkena toksin nikotin rokok karena intensif berhubungan dengan tembakau olahan setiap hari. Debu tembakau dalam proses pemotongan maupun produksi bisa mengganggu kesehatan.

"Selain itu mereka juga rentan gejala kurang darah atau anemia karena tuntutan pekerjaan. Dampak lainnya selain aspek kesehatan bagi konsumsi rokok aktif maupun pasif yaitu aspek psikologis, ekonomi, sosial dan lingkungan," tandasnya. [zul]

Komentar Pembaca
Elektabilitas Rizal Ramli Susul Prabowo Dan Jokowi
Korut Hancurkan Lokasi Uji Coba Nuklirnya
Mencoblos Di Kedubes Venezuela

Mencoblos Di Kedubes Venezuela

, 20 MEI 2018 , 10:20:00

RR Bertemu Anwar Ibrahim

RR Bertemu Anwar Ibrahim

, 21 MEI 2018 , 00:45:00

Arreaza Menonton Zapatero

Arreaza Menonton Zapatero

, 19 MEI 2018 , 05:19:00