Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Waspadai Ancaman Kanker Paru Dan Penanganan Terkini

Kesehatan  SELASA, 23 MEI 2017 , 11:54:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Waspadai Ancaman Kanker Paru Dan Penanganan Terkini

Foto: Siloam Group

RMOL. Meningkatnya jumlah penderita kanker paru seiring tingginya prevalensi merokok di Indonesia dan diakibatkan paparan asap rokok melatar belakangi forum diskusi kesehatan digelar di di MRCCC​ SIloam Hospitals Semanggi di Jakarta, akhir pekan lalu.
Pada forum diskusi itu, dokter spesialis paru dari Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi, dr. Sita Laksmi mengatakan, perokok aktif beresiko 13,6 kali lipat terkena kanker paru dan perokok pasif atau yang terkena paparan asap rokok, beresiko 4 kali lipat.

Sita menambahkan, pasien penyakit paru didominasi pasien tuberkulosis (TBC) sejak 10 tahun terakhir dan saat ini muncul kasus baru, tuberkulosis yang kebal terhadap obat. Sedangkan kasus paru drastis meningkatkan lima kali lipat.

"Pada tahap awal kanker paru tidak memberikan gejala khas sehingga sulit dideteksi. Gejala mulai nampak setelah kanker sudah memasuki stadium tinggi," ungkap Sita Laksmi.

Terkait hal itu, Kepala Seksi Penyakit Kanker Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Aries Hamzah menyatakan bahwa pihaknya telah banyak menyusun regulasi guna meminimalisir kegiatan merokok diareal umum dan konsisten menyampaikan bahaya merokok terutama disejumlah daerah.
"Namun, resistensi selalu ada dan tidak semua kementerian sejalan dengan program Kemenkes," papar Aries.

Ketua Penelitian dan Registrasi Yayasan Kanker Indonesia, dr. Elisna Syahrudin menyatakan, satu dari tiga penderita kanker paru adalah perokok aktif.

"Jadi hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari minat masyarakat akan candu tembakau serta paparan udara kotor dan asap rokok. Satu satunya jalan adalah selalu memberikan edukasi, terutama dari pihak keluarga. Hal itu paling efisien," jelas Elisna.

Riset Kesehatan Dasar 2013 menyatakan prevelensi kanker untuk semua kelompok umur di Indonesia 1,4 persen atau 347.392 orang dengan Yogyakarta menduduki peringkat pertama tertinggi dengan prevelensi 4,1 persen.

Pada perempuan, jumlah kasus baru kanker paru cukup tinggi yakni 13,6 persen dan menyebabkan kematian sebesar 11 persen.

"Kematian akibat kanker paru pada perempuan lebih besar dibandingkan kemaian akibat kanker serviks," imbuh Sita diakhir forum diskusi.[wid]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Said Aqil Cocok Gantikan Menteri Agama
Pesan SBY Untuk AHY

Pesan SBY Untuk AHY

, 24 JUNI 2017 , 10:00:00

Lebaran Markas Kostrad

Lebaran Markas Kostrad

, 26 JUNI 2017 , 13:51:00

Shalat Ied di Afrika

Shalat Ied di Afrika

, 26 JUNI 2017 , 18:32:00

Luruskan Hasil Pertemuan Dengan Jokowi