Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience

Warga Perbatasan Bersyukur Fasilitas Kesehatan Sudah Memadai

Kesehatan  MINGGU, 07 MEI 2017 , 17:20:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Warga Perbatasan Bersyukur Fasilitas Kesehatan Sudah Memadai

Puskesmas Silawan/Net

RMOL. Fasilitas kesehatan di wilayah perbatasan merupakan garda terdepan negara dalam memberikan pelayanan dan jaminan kesehatan bagi warga sekitarnya. Tak terkecuali di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Salah satu yang menonjol adalah pembangunan Puskesmas Silawan.

Puskesmas yang berjarak sekitar 290 kilometer dari Kota Kupang ini dianggap sangat menolong masyarakat di perbatasan yang sebelumnya harus menempuh perjalanan panjang untuk berobat ke Atapupu atau Atambua.

Dari segi peralatan, Puskesmas ini dianggap sudah lengkap. Meskipun ada beberapa alat yang belum ada, itu bukanlah alat kesehatan yang selalu digunakan dan masih bisa dirujuk ke rumah sakit atau Puskesmas lain.

Puskesmas Silawan merupakan Puskesmas paling terluar Indonesia di wilayah Motaain, Belu. Berjarak kurang lebih 2 kilometer dari pos lintas batas Indonesia-Timor Leste.

Awalnya, Puskesmas ini merupakan pembantu, namun sejak 2010 direnovasi dan menjadi Puskesmas utama. Halaman yang luas dengan empat bangunan utama yang terdiri dari gedung pendaftaan dan berbagai poli berada di bagian depan, sehingga bangunan inilah menjadi pengenal Puskesmas Silawan.

Bangunan lainnya sebagai ruang pemeriksaan lanjutan dan satu bangunan yang terdiri tiga kamar dibangun untuk mess tenaga kesehatan program Nusantara Sehat.

Kepala Puskesmas Silawan Agusto Lopes Martins mengatakan, saat ini puskesmas Silawan memiliki 42 tenaga kesehatan. Jumlah itu sudah bertambah banyak jika dibandingkan sebelum direnovasi, yaitu hanya satu orang perawat saja.

Menurutnya, jumlah pasien pun ikut mengalami peningkatan. Saat ini jumlah pasien setiap bulan mencapai 300 orang. Rencananya pada tahun ini juga akan dibangun gedung baru untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Silawan.

"Kita akan bangun bangunan baru di bagian depan. Nanti kita bisa semakin memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat," jelas Agusto kepada wartawan, Minggu (7/5).

Dia menjelaskan, selain warga Silawan, pasien dari Timor Leste pun kerap datang ke Puskesmas ini. Namun karena tidak mungkin memiliki BPJS Kesehatan, maka harus membayar Rp 7.500 untuk sekali pemeriksaan umum. Sementara, untuk pelayanan ibu dan anak, Puskesmas Silawan mengaku bersyukur karena tidak pernah ada kasus kematian ibu dan anak.

"Sampai saat ini tidak ada ibu anak meninggal. Kita ada revocenter Puskesmas dan revo center Dinas Kesehatan. Kita selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Jadi kalau ada yang perlu dirujuk tinggal kontak saja revocenter," ujar Agusto.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTT Kornelis Kodi Mete menyampaikan, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, masalah fasilitas kesehatan masih menjadi prioritasnya.

"Peningkatan fasilitas di perbatasan memang sedang kami lengkapi. Kita dorong sektor lainnya untuk menghibahkan tranportasi atau dengan memberikan sarana jalan yang bagus. Tapi yang terpenting kita akan upayakan mobil atau alat transportasi untuk Puskesmas dan rumah sakit harus disediakan," ujarnya.

Menurut Kornelis, dokter spesialis juga akan ditambah untuk mencukupi kebutuhan dari setiap kabupaten. Untuk itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar kebutuhan dokter spesialis dapat terpenuhi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menegaskan bahwa pihaknya bertekad memberikan fasilitas kesehatan sebaik-baiknya di NTT, khususnya di wilayah perbatasan.

"Tentu kami sadar ada daerah terpencil, daerah perbatasan, kepulauan yang sulit dijangkau dengan Nusantara Sehat. Kita sudah berikan tadi enam puskesmas di daerah perbatasan dengan biaya yang besar sekali," ujarnya saat Nila kunjungan kerja di NTT,  Selasa lalu (2/5).

Menurut Nila, alokasi biaya untuk pembangunan fasilitas kesehatan sangat besar.

"Biasanya puskesmas hanya dapat Rp 200 sampai Rp 300 juta, tapi sekarang bisa Rp 8 miliar sampai Rp 14 miliar. Nah ini akan kita bangun Puskesmas yang bagus sekali. Kalau tidak salah nanti akan dibangun delapan puskesmas di NTT," jelasnya.

Untuk itu, Nila berpesan kepada Pemprov NTT agar dapat merealisasikan fasilitas kesehatan yang terbaik untuk masyarakat.

"Saya minta bangunnya tidak tanggung-tanggung, saya minta kepada pak gubernur, tolong dijaga, tidak boleh dikorup, tidak boleh dikurangi, nanti baru diinjak roboh. Jadi ini harus dibangun sebagus-bagusnya. Nanti kita kembalikan kepada rakyat. Jadi nanti orang ke Puskesmas itu dengan senang hati, jangan datang dengan tempat yang kotor, kusam, berlumut lagi, sudah lagi tenaga kesehatannya cemberut semua. Kita harus jadikan orang yang sehat tetap sehat, yang sakit jadi sehat," pungkas Nila. [ian]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Perilaku LGBT Bukan Kesetaraan

Perilaku LGBT Bukan Kesetaraan

, 24 MEI 2017 , 09:00:00

Terobosan Baru Swasembada Gula

Terobosan Baru Swasembada Gula

, 23 MEI 2017 , 23:00:00

Rapimas II Partai Golkar

Rapimas II Partai Golkar

, 22 MEI 2017 , 03:55:00

Usai Menjalani Pemeriksaan

Usai Menjalani Pemeriksaan

, 23 MEI 2017 , 00:49:00

Sidak Novanto Di Balikpapan

Sidak Novanto Di Balikpapan

, 22 MEI 2017 , 13:46:00