Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience

RUPS Siloam Tunjuk Ketut Budi Wijaya Sebagai Presdir Baru

Kesehatan  RABU, 22 MARET 2017 , 13:37:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

RUPS Siloam Tunjuk Ketut Budi Wijaya Sebagai Presdir Baru

Foto: RMOL

RMOL. Rapat Umum Pemegang Saham Tahun (RUPST) PT Siloam International Hospitals Tbk sepakat merombak jajaran direksi perusahaan.
Keputusan ini menunjuk Ketut Budi Wijaya sebagai presiden direktur menggantikan Romeo Lledo yang diangkat menjadi wakil presiden komisaris Siloam.

RUPST Siloam juga mengangkat Tati Hartawan sebagai anggota baru dewan direksi.

"Saya masih baru, jadi yang menyampaikan persentasi Pak Budi saja," ucap Ketut saat RUPST Siloam di Ebony Room, Hotel Aryaduta, Karawaci, Tangerang, Rabu (22/3).

Budi Legowo pun menyampaikan bahwa RUPST telah menyetujui dan meratifikasi laporan tahunan Siloam untuk periode keuangan yang berakhir 31 Desember 2016. Selama tahun 2016, papar Budi, Siloam telah memperkuat rekam jejaknya dengan pembukaan tiga rumah sakit di Labuan Bajo, Buton dan Samarinda. Dengan demikian, total rumah sakit operasional menjadi 23 unit.

"Selain itu Siloam juga telah menyelesaikan pembangunan tiga rumah sakit di Yogyakarta, Bogor dan Bekasi Blu Plaza yang saat ini sedang menunggu penerbitan izin operasional untuk dapat mulai menerima pasien," jelas Budi Legowo.

Budi juga menyebutkan, volume pasien yang berobat di RS Siloam juga meningkat secara stabil dengan pertumbuhan 19 persen pada kunjungan blended rawat Jalan (OPD) dan 18 persen untuk admisi Rawat Inap (IPD) yang menghasilkan 64 persen Utilisasi Tempat Tidur (BOR) dengan 208 tempat tidur tambahan. Jumlah ini meningkat dari BOR tahun lalu sebesar 60 persen.

"Oleh karena itu, Siloam mempertahankan laju pertumbuhan Pendapatan Operasional Kotor (GOR) yang kuat dengan peningkatan sebesar 25 persen menjadi Rp 5.168 miliar. Pendapatan Operasional Bersih (NOR) bertumbuh menjadi Rp 3.719 miliar, meningkat sebesar 22 persen. Laba Kotor sejumlah Rp 2.243 miliar, meningkat sebesar 23 persen, sedangkan EBITDA meningkat sebesar 17 persen menjadi Rp 674 miliar. Laba bersih setelah pajak sejumlah Rp 86 miliar, meningkat sebesar 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya," urainya lebih lanjut.

Siloam, menurut Budi, juga ikut mendukung program pemerintah, dalam hal ini BPJS Kesehatan dengan mendaftarkan tiga RS nya untuk melayani pasien BPJS Kesehatan di Surabaya, Labuan Bajo dan Buton.

"BPJS Kesehatan berkontribusi sebesar 20 persen dari total GOR dengan 16 rumah sakit yang terdaftar," imbuhnya.

Terakhir, sebagai bentuk pengakuan atas keunggulan layanan Siloam dalam bidang kesehatan, Siloam telah dianugrahi ”Indonesia Hospital of The Year" oleh Frost and Sullivan.

Presiden Komisaris Siloam, Lee Heok Seng, mengaku sangat senang dengan dukungan yang terus menerus dari para pemegang saham.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada para pemegang saham atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. Kami memberikan apresiasi kepada para staf medis dan non-medis yang telah bekerja sepenuh hati berdasarkan tanggung jawabnya. Selain itu, ucapan terima kasih kepada para pasien yang telah memberikan kepercayaan kepada kami dalam pemenuhan layanan kesehatan," tutur Lee Heok Seng.

"Saya ingin menyambut Bapak Romeo Lledo ke dalam Dewan Komisaris dan berterima kasih atas kontribusi dan bimbingannya selama masa jabatannya sebagai anggota Dewan Direksi. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Bapak Ketut Budi Wijaya dan Ibu Tati Hartawan untuk pengangkatan mereka masing-masing sebagai Presiden Direktur dan Direktur Independen. Pengalaman mereka yang luas di bidangnya masing-masing akan memberikan kontribusi dan memperkuat manajemen, operasional dan tata kelola perseroan," ucapnya.  

Untuk diketahui, Ketut Budi Wijaya telah memegang beberapa posisi senior selama bekerja di Lippo Group sejak tahun 1987. Ketut Budi Wijaya saat ini menjabat sebagai presder PT. Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sejak Mei 2010. Sedangkan Tati Hartawan telah bekerja di bidang jasa keuangan selama lebih dari 27 tahun, termasuk 24 tahun di Citibank.

Diketahui, Siloam adalah salah satu anak perusahaan dari LPKR, sebuah perusahaan properti terkemuka dan terbesar di Indonesia dinilai dari total aset dan pendapatan, didukung dengan land bank yang luas dan pendapatan tetap yang solid. Bisnis LPKR terdiri dari residensial/township, retail mall, rumah sakit, hotel dan manajemen aset.

Siloam mengelola 25 rumah sakit, 16 klinik di 18 kota di seluruh Indonesia, dengan 5.200 kapasitas tempat tidur serta didukung oleh lebih dari 2.300 spesialis dan dokter umum serta lebih dari 8.800 perawat dan staf pendukung. Siloam juga merupakan rumah sakit yang pertama di Indonesia yang diakreditasi oleh ICI dan beberapa kali mendapatkan penghargaan dari Frost & Sullivan untuk ”Indonesia's Healthcare Service Provider of the Year“. Siloam terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode 'SlLO' dan kapitalisasi pasar Rp 18,2 triliun atau 1.367,7 juta dolar AS per tanggal 20 Maret 2017.[wid] 

Komentar Pembaca
Menkominfo Pimpin Jalan Santai WPFD

Menkominfo Pimpin Jalan Santai WPFD

, 23 APRIL 2017 , 20:00:00

Polisi Lambat Ungkap Kasus Novel

Polisi Lambat Ungkap Kasus Novel

, 23 APRIL 2017 , 17:00:00

RUPS PT Provident Agro Tbk

RUPS PT Provident Agro Tbk

, 22 APRIL 2017 , 02:52:00

Bicara Ekonomi Di Acara MUI

Bicara Ekonomi Di Acara MUI

, 23 APRIL 2017 , 05:36:00

Butuh Lapangan Gratis

Butuh Lapangan Gratis

, 22 APRIL 2017 , 02:59:00