Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience

Kemenkes Bakal Tambah Tiga Jenis Vaksin

Kesehatan  RABU, 04 JANUARI 2017 , 21:56:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Kemenkes Bakal Tambah Tiga Jenis Vaksin

Net

RMOL. Kementerian Kesehatan akan mengupayakan penambahan tiga jenis vaksin kekebalan untuk melengkapi program nasional imunisasi dasar lengkap. Yakni vaksin Measles Rubella (MR), Pneumococcus, dan Human papillomavirus (HPV) yang berguna untuk mencegah kanker serviks.
"Sampai dengan 2019 kita akan menambah imunisasi baru yang disebut New Vaccine Initiative. Tahun ini kita akan melakukan demonstrated project karena vaksin ini telah diuji di berbagai negara. Jadi tinggal kita laksanakan," jelas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes H.M. Subuh kepada wartawan di kantornya, Jakarta (Rabu, 4/1).

Dia menjelaskan, vaksin MR untuk menggantikan vaksin campak akan mulai diterapkan secara berkala mulai Januari 2017. Selanjutnya, vaksin Pneumococcus sebagai proteksi bagi anak-anak dari inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akan mulai diterapkan pada pertengahan tahun. Sedangkan vaksin HPV yang sebenarnya sudah mulai diperkenalkan saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2016 di Jakarta akan dikembangkan lebih luas tahun ini.

"Sampai dengan tahun 2025 kita akan bertambah tiga imunisasi lagi, jadi total nantinya imunisasi dasar lengkap ada 14. Kalau sudah punya kekebalan dari 14 penyakit berarti kita sudah bisa sama dengan negara Eropa dan Amerika," beber Subuh.

Dia menambahkan, sampai dengan 2016, program nasional imunisasi dasar lengkap di Indonesia telah berhasil melindungi generasi bangsa dari delapan penyakit, yaitu Polio, TBC, Campak, Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, Pneumonia, dan Meningitis.

"Tahun 2017, kita memberanikan diri agar vaksin MR yang akan menggantikan vaksin Campak mencakup seluruh Jawa. Sehingga 2018 vaksin MR bisa mencakup seluruh Indonesia," kata Subuh.

Memasukkan tiga vaksin tersebut dalam program nasional berdampak pada anggaran pengadaan, yakni lebih kurang Rp 1 triliun. Anggaran diambil dari sumber utama APBN dan juga melalui mekanisme sharing dengan lembaga-lembaga donor. [wah]


Komentar Pembaca
FPI Bersama Kotak-kotak

FPI Bersama Kotak-kotak

SELASA, 17 JANUARI 2017 , 18:30:00

Tidak Takut FPI

Tidak Takut FPI

SELASA, 17 JANUARI 2017 , 09:57:00

Mentan Terus Penuhi Ketahanan Pangan

Mentan Terus Penuhi Ketahanan Pangan

RABU, 18 JANUARI 2017 , 01:04:00